Sedang Liburan? Pakai Aplikasi Ini Untuk Tentukan Shalat!

Teknonisme.com – Beberapa hari lagi, tahun sudah mulai berganti, dan semakin banyak orang-orang yang hendak merencanakan liburan ke berbagai destinasi. Namun, bagi umat Islam yang wajib menjalankan ibadah salat lima waktu, perjalanan jauh masih menjadi salah satu faktor penentu kapan dan bagaimana mereka harus salat.

Mahasiswa Universitas Esa Unggul melihat hal itu sebagai peluang menciptakan karya. Mereka akhirnya membuat aplikasi yang dikhususkan bagi umat muslim yang kesulitan menentukan waktu salat lima waktu ketika dalam perjalanan.

Adalah Safarii, sebuah aplikasi mobile yang membantu pengguna dalam mengatasi keraguan ibadah selama perjalanan. Aplikasi itu, dikatakan founder Safarii Alex Gufron, terinspirasi dari kebutuhan masyarakat akan informasi dan tata cara salat safar atau salat selama dalam perjalanan.

Safar merupakan bentuk kegiatan seseorang keluar dari tempat tinggalnya untuk menuju ke satu tempat tertentu, yang menempuh perjalanan dengan jarak tertentu. Menurut Alex, dalam safar harus ada tiga syarat utama, yaitu keluar dari wathan, punya tujuan tertentu, dan ada jarak minimal dari tempat yang dituju.

“Safarii menggabungkan unsur nilai-nilai fiqih Islam ke dalam teknologi mobile yang kami sebut Islamic Intelegent Application Science, di mana ada satu fitur yang langsung memberikan direksi perjalanan dengan penentuan batas diperbolehkannya melaksanakan sholat safar, yang kami ambil rujukannya langsung dari kitab Bidayatul Mujtahid, yang diperoleh penjelasannya dari guru kami Ust. Ahmad Zarkasih Lc, MA (Asatidz Lembaga Rumah Fiqih Indonesia),” ujar Alex kepada Teknonisme, Rabu (27/12).

Alex juga menerangkan, pada aplikasi awal yang mereka rilis terdapat empat fitur utama, yaitu Mulai Perjalanan, Panduan Shalat Safar, Doa Perjalanan dan Fiqih Safar, serta terdapat tiga fitur informasi, yaitu profile, help dan about.

Fungsi fitur-fitur dalam aplikasi Safarii

  1. Mulai Perjalanan

Dalam fitur ini, pengguna dapat langsung memasukkan rute tujuan perjalanan. Apabila pengguna telah memasukan rute perjalanan yang telah ditempuh, maka Safarii langsung menampilkan direksi batas perjalanan yang diperbolehkan shalat safar, serta jadwal shalat jamak/qashar, baik takdim maupun takhir.

2. Panduan Shalat Safar

Pada fitur ini, pengguna akan diberikan edukasi mengenai tata cara shalat safar. Namun, dalam tahap awal, Safarii masih menyuguhkan dalam versi teks, belum berbentuk visual.

3. Doa Perjalanan

Di fitur ini, pengguna akan diberikan edukasi mengenai doa-doa yang dilafalkan selama dalam perjalanan.

4. Fiqih Safar

Dalam fitur Fiqih Safar ini, pengguna akan diberikan pengetahuan singkat mengenai safar secara kaidah ilmu fiqih.

5. Profile

Sama seperti kebanyakan aplikasi mobile lainnya, fitur ini digunakan untuk menampilkan profil pengguna.

6. Help

Fitur ini pun sama seperti pada umumnya. Pengguna akan dibantu untuk menggunakan tata cara penggunaan aplikasi Safarii ini.

BACA JUGA:

Alex juga mengungkapkan, aplikasinya masih memerlukan perkembangan lebih lanjut, karena Safarii diinisiasi dan dibentuk hanya dalam jangka waktu satu pekan. Ia juga mengatakan, aplikasi ini awalnya hanya untuk dilombakan pada kompetisi MTQ Mahasiswa Nasional 2017 di Universitas Negeri Malang dan Universitas Brawijaya, Agustus lalu.

“Aplikasi safarii memang belum banyak dikenal khalayak umum dan masih dalam tahap dasar, sehingga butuh perbaikan agar dapat mendukung performa kerja aplikasi, sehingga membantu memudahkan masyarakat beribadah selama perjalanan,” ungkap pria lulusan Teknik Informatika tahun lalu tersebut.

Saat ini aplikasi safarii dalam tahap pengembangan ke tahap advance yang akan selesai sebelum pelaksanaan mudik lebaran nasional 2018. Tidak hanya itu, aplikasi ini juga sedang dalam tahap perancangan model final yang nantinya akan dieksekusi pembuatan programnya di awal Januari 2018. Alex mengatakan, pembaharuan itu akan segera diinformasikan melalui website mereka di safarii.ldkikmi.org.

Para tim pengembang yang terdiri dari beberapa rekan-rekan mahasiswa dan alumni kampusnya itu optimis mampu menyelesaikan target pembaharuan Safarii, yang sebelumnya sudah diluncurkan di Google Play Store Oktober lalu, sebelum terlaksananya mudik nasional lebaran 2018.

“Diharapkan dengan hadirnya berbagai fitur-fitur yang baru, serta tampilan dan konten yang makin baik, membuat kami percaya bahwa aplikasi ini akan memperoleh banyak downloader dari pengguna aplikasi serta menjadi aplikasi intelejen keislaman yang dikemas langsung kedalam satu aplikasi mobile, agar┬ádapat mempermudah pengguna dalam beribadah selama perjalanan,” tutupnya.

Baca juga artikel menarik lainnya terkait aplikasi perjalanan atau informasi teknologi lain di Teknonisme.

 

phuceng,madu stamina,madu phuceng,sehatshop,stamina pria,madu,jahe merah,purwoceng

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *