Ramai-ramai membangun ekosistem developer, ada apa?

phuceng,minyak lintah,minyak lintah CHC,mesra perkasa

Teknonisme.com – Sejak berita cukup menghebohkan terkait akuisisi github oleh microsoft beberapa pekan lalu menimbulkan pertanyaan di banyak pemerhati dunia digital. Mengapa microsoft yang memiliki mazhab “closed source” rela menggelontorkan cukup banyak uang untuk membeli github yang merupakan benteng terbesar dari “open source” dua mazhab yang bukan hanya berkebalikan, namun juga saling bertentangan satu sama lain.

Meskipun jika bukan dengan microsoft, github sudah hampir pasti dijual sebab memang sudah cukup goyang dari segi manajemen hingga berefek kedalam cashflow perusahaan, namun mengapa justru microsoft yang “ngotot” ingin membeli benteng utama kaum open source tsb?

Analisis yang sampai ke meja kami mengindikasikan bahwa microsoft ingin mengikuti jejak sukses daripada Google dan Facebook.

Google membangun kerajaan android

Google dapat dikatakan sebagai pionir dalam hal membangun ekosistem developer dengan android yang mereka miliki. Seperti kita ketahui bersama bahwa google membangun wadah ekosistem developer menggunakan ruang mereka sendiri dan bahasa mereka sendiri dibawah naungan android.

Ekosistem yang ditulis dalam bahasa pemrograman yang dapat berjalan di sistem operasi android inilah yang menjadi hasil bagi terbentuknya mazhab developer baru yang bernama android yang mana itupun juga open source.

Facebook berusaha menyusul dengan React Native

Melirik keberhasilan google dengan androidnya, facebook sadar kalau sudah cukup terlambat mengalahkan google jika membentuk sistem operasi sendiri, sebab yang bisa bersaing saat ini dengan android hanyalah iOS.

Akhirnya facebook menemukan kelemahan google yang lain, yakni angular (angularjs / angulario) yang merupakan bahasa pemrograman berbasis javascript yang diperkenalkan dan dikembangkan oleh insinyur di google. Banyak pihak mengeluh terkait performa angular, terutama angularjs, menjadi celah bagi facebook untuk fokus pada bahasa pemrogramman dengan nama React JS.

React JS diklaim lebih powerful daripada angularjs dan cukup membuat mata developer melirik kearahnya. Apalagi kini react telah mengembangan bahasa pemrograman React Native yang merupakan pengembangan dari React JS. React native ini spesial karena merupakan bahasa pemrogramman yang dapat mengkompilasi suatu program atau aplikasi kedalam aplikasi yang dapat berjalan di Android ataupun iOS. satu kali mendayung dua pulau terlampaui: React Native memperoleh simpati dari programmer mobile android yang tidak perlu menggunakan skema baku pengembangan aplikasi pada android dan berhasil juga bersaing dengan google dalam hal angular yang berkembang menjadi ionic (bahasa pemrograman hybrid mobile yang dikembangkan dari angular & cordova serta dijalankan oleh Node JS).

Keuntungan membangun ekosistem developer

Pertanyaannya akan muncul saat ini adalah: seberapa berpengaruh terhadap keberlangsungan perusahaan jika perusahaan digital tersebut membangun ekosistem developer mereka? secara kasat mata hitungan kasar profit mungkin tidak akan berpengaruh, namun ada banyak hal yang dapat diraih jika mengembangkan ekosistem developer milik sendiri:

  1. Memiliki developer yang setia akan perusahaan digital tersebut. Seperti yang terjadi saat ini, para pengembang android atau iOS memiliki gengsi yang berbeda terhadap OS yang mereka pilih untuk dikembangkan.
  2. Memiliki scientist yang bersifat sukarela. Suka atau tidak suka, pengembangan dunia digital ditopang oleh akselerasi inovasi, jika akselerasi inovasinya mandek, maka akan mandek pula perkembangan perusahaan tersebut. Kita mungkin ingat kisah Yahoo! yang pernah berjaya, namun karena sibuk mengurus bisnis dan profit dengan lebih memperbanyak MBA menjadi karyawan mereka, sehingga perusahaan tersebut minim inovasi yang akhirnya malah banyak ditinggalkan.
  3. Membangun wadah yang ditentukan sendiri regulasinya. Mungkin ini terdengar berlebihan, namun jika perusahaan telah membangun hegemoni ekosistem yang besar, maka perusahaan tersebut memiliki pilihan regulasi sendiri layaknya sebuah negara.
  4. Memperbanyak produk inovasi yang ditulis menggunakan teknologi perusahaan tersebut. Senada dengan poin ke-2, dengan berkembangnya ekosistem tersebut, maka pasar aplikasi akan dibanjiri pula oleh produk dari ekosistem tersebut.
  5. Seminim-minimnya mendapatkan informasi Big Data terkait trend, kontak, dan algoritma.
phuceng,madu stamina,madu phuceng,sehatshop,stamina pria,madu,jahe merah,purwoceng

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sedang butuh pinjaman mendesak tanpa jaminan hingga 20jt?! Cek Caranya disini!