Yahoo sudah keluar dari China?

China memang terkenal dengan negara yang super ketat, hampir semua seluk beluk aktivitas warganya dibatasi oleh pemerintah berkuasa tak terkecuali dengan aktivitas didunia maya. Akses internet disana bisa termasuk hal yang langka, walaupun China adalah negara dengan populasi pengguna internet terbesar didunia. Langka yang dimaksud disini adalah terbatasnya akses informasi yang masuk ke negeri ini.

Situs-situs besar seakan tidak berkutik dinegara ini walaupun dinegara-negara lain menjadi pemenang yang tak terkalahkan. Sebut saja Google dan Yahoo keduanya seakan menjadi “kacangan” dinegeri tirai bambu ini. Keduanya kalah telak dengan mesin pencari Baidu yang didukung penuh oleh pemerintah China. Ebay dan Amazonpun juga bernasib sama, keduanya kalah telak dengan toko online Alibaba.

Baru-baru ini akibat proteksi yang ketat membuat lini bisnis Yahoo mengalami kemunduran. Hal ini membuat Yahoo dipaksa untuk menutup kantor perwakilannyadi China, padahal pada tahun lalu Yahoo juga mencabut kantor perwakilannya untuk Indonesia.

Imbas dari penarikan perwakilan ini menjadikan sekitar 350 karyawan harus dirumahkan. Yahoo secara total keluar dari China setelah penutupan pusat fasilitas penelitiannya di Beijing.

Ada banyak spekulasi penyebab penutupan kantor Yahoo ini, misalkan dari China Market Research, sebuah lembaga riset yang berpusat di Shanghai ini menduga bahwa Yahoo mengalami krisis karena biaya operasi di negara tersebut terlampau mahal. Ada juga yang menyebutkan penutupan ini karena akibat kerjasama antara Yahoo dengan Alibaba Group.Tetapi dari pihak Yahoo sendiri sudah memberikan klarifikasi. Penutupan ini dilakukan hanya semata-mata untuk efisiensi dana.

Comments

comments

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *