Waspada! Modus Penipuan OLSHOP Mirip Money Laundering (Pembeli Menipu)




Ada pepatah lama yang mengatakan kalau penjahat selalu lebih jauh selangkah didepan orang jujur. Pepatah yang membuat miris kita semua memang, namun hal tersebut terbukti, tidak hanya di ranah offline tapi juga di ranah online yang penuh dengan intrik teknologi.

Terkait kejahatan online, mungkin biasanya kita mendapati kasus dimana teman membeli barang secara online, uang sudah ditransfer, tapi justru barang atau jasa yang kita inginkan tidak kita dapatkan, dengan bahasa yang sederhana teman kita itu telah menjadi korban penipuan OLSHOP (Online Shop).

Namun bagaimana jika situasinya diubah? justru si pembeli (buyer) yang ‘menipu’ si penjual (seller)? bagaimana bisa? bukankah biasanya si penjual hanya akan mengirim barang atau jasanya setelah uang transfer masuk ke rekeningnya? Bisa! Saat ini mulai marak penipuan online shop dengan skema mirip money launderingadapun modus yang terjadi umumnya seperti ini:

  1. Penipu akan pura2 mau beli barang kepada seller hingga meminta nomer rekeningnya
  2. Penipu pura2 menjual barang kepada buyer dan jika deal, penipu akan memberikan keterangan rekening seller asli kepada buyer
  3. Buyer kirim uang kpd seller asli
  4. Penipu mengkonfirmasi bahwa ia telah mengirimkan sejumlah uang kepada seller asli dan meminta ia mengirimkan barang tsb ke alamat si penipu
  5. Barang/Jasa terkirim ke penipu dan bukannya ke buyer asli (si pemilik uang).

Dengan skema penipuan mirip money laundering ini secara materi seller mungkin tidak akan rugi, namun Seller asli akan rugi karena nama baik dia rusak dan bahkan norek dia bisa diblokir apabila buyer mengadu ke Bank/Polisi. Sedangkan Buyer asli akan rugi karena telah tertipu secara materi sementara si penipu melenggang bebas dengan barang atau jasa yang ia peroleh secara ‘gratis’ dari seller.

Lantas bagaimana cara menghindarinya?

Bagi Seller Asli

  1. Sedapat mungkin manfaatkan fasilitas e-banking dari Bank kesayangan anda agar dapat melihat secara rinci mutasi rekeningnya.
  2. Pastikan saat memeriksa mutasi rekening, nama buyer mirip dengan pemilik rekening yang mengirim uang kepada kita.
  3. Apabila terdapat perbedaan, konfirmasikan kepada pihak yang barangnya akan dikirim.
  4. Gunakan rekening yang bukan untuk menyimpan banyak uang (hanya untuk keluar masuk uang), jadi apabila ada kejadian kurang menyenangkan masih ada backup rekening utama.
  5. Apabila ragu terhadap pembeli, silahkan lakukan riset via google mengenai nama, nomer telp, atau Pin BBM/ID Line pembeli. Pembeli yang memiliki profil yang jelas di social media biasanya semakin jujur.

Bagi Buyer

  1. Selalu waspada dan riset terhadap pembeli yang akan menjadi lawan transaksi.
  2. Waspada dan usahakan konfirmasi se detail mungkin apabila nama pemilik rekening penjual berbeda dengan atas nama rekening yang akan dikirim.
  3. Korek sebisanya mengenai riwayat hidup penjual dan lakukan verifikasi sederhana melalui riset via google

Demikian lah modus baru yang mungkin mulai berkembang di jagad transaksi dunia maya, mari kita jaga terus fasilitas yang memudahkan ini dari tangan-tangan yang ingin mengotorinya. Semoga kita terus waspada!

Faris Biladi

Faris Biladi

"Verba volant, scripta manent"

More Posts Website

Follow Me:
TwitterFacebookLinkedInGoogle PlusYouTube

Comments

comments