Tips Mengamankan Handphone dari Cybercrime




Bagi anda pengguna ponsel smartphone, tentunya anda menggunakannya hampir setiap saat. Selain untuk mengirim pesan atau menelpon, anda juga menggunakan smartphone untuk memposting di sosmed, browsing di internet, atau belanja online. Namun, justru penggunaan smartphone yang seperti itulah yang mengancam keamanan privasi ponsel anda.

Para ahli cyber mengatakan penggunaan smartphone dalam kehidupan sehari-hari, khususnya untuk belanja online yang membutuhkan pertukaran informasi pembayaran menyebabkan banyak orang rawan menjadi sasaran penjahat cyber.

Pada tahun 2013 saja hampir sepertiga pengguna smartphone pernah mengalami cybercrime.

Untuk itu, anda perlu mempraktekkan 10 tips murah dan mudah untuk melindungi smartphone anda :

  1. “https” itu penting. Ketika browsing internet atau anda sedang belanja online, baik menggunakan ponsel ataupun komputer, selalu perhatikan bar url. Adanya “https” megindikasikan bahwa sudah ada tambahan pengamanan saat anda sedang online. Hal ini perlu diingat sebelum anda bertukar informasi pribadi, misalnya nomor kartu kredit, secara online. Jika belum ada “https” dapat anda tambahkan sendiri.
  2. Beri password pada ponsel anda. Jika anda merasa pusing harus memasukkan password tiap kali membuka handphone, coba bayangkan betapa pusingnya anda jika handphone anda hilang atau dicuri.
  3. Gunakan aplikasi “find your phone”. Sesuai namanya, aplikasi ini berguna untuk menemukan ponsel anda yang hilang atau membantu orang yang menemukan ponsel anda untuk mengembalikan ponsel anda. Bagi pengguna iPhone dapat menggunakan aplikasi Find My iPhone dan untuk pengguna Android ada aplikasi Find My Phone. Bila perlu ada juga aplikasi Norton Mobile Security, yang juga memberikan fasilitas mengunci ponsel anda dari jarak jauh jika diperlukan.
  4. Jangan mengaktifkan koneksi otomatis. Biasanya smartphone disetting supaya dapat konek secara otomatis ke jaringan Wi-Fi yang ada di sekitar. Untuk lebih amannya, sebaiknya anda mematikan fungsi otomatis ini sehingga mencegah ponsel anda mengirim atau menerima data tanpa anda sadari.
  5. Curigai email atau permintaan sosmed dari orang tak dikenal. Para penjahat cyber biasanya mengirim permintaan pertemanan ke orang yang tidak dikenal untuk memperoleh informasi. Kebanyakan orang akan mengabaikan atau menolak permintaan tersebut, namun ada juga yang menerima. Orang yang menerima permintaan akan menjadi target kejahatan.
  6. Jadilah pembeli online yang cerdas. Tidaklah salah untuk membeli secara online pada ponsel, baik menggunakan browser maupun aplikasi terkait. Namun anda perlu berhati-hati terhadap penjual yang tidak anda kenal, terutama jika proses jual beli diawali melalui email, sms atau sosmed. Langkah pencegahan adalah mencari di web mengenai perusahaan yang bersangkutan atau telusuri jika pernah ada pelanggan yang komplain.
  7. Periksa pengaturan privasi pada aplikasi anda. Beberapa aplikasi meminta banyak informasi dari anda, termasuk informasi lokasi anda, password, akses aplikasi lain atau bahkan pesan-pesan anda. Jika anda merasa bahwa aplikasi tersebut tidak butuh informasi berkaitan, sebaiknya tolak saja aksesnya.
  8. Waspada scam pengiriman paket. Hal ini dapat terjadi saat anda membeli banyak paket secara online. Akan ada email yang nampaknya dari toko ritel yang bersangkutan berisikan pesan bahwa paket anda tidak dapat dikirim. Jangan diklik atau dipilih! Cermati dahulu, anda mungkin akan melihat bahwa sebenarnya email tersebut bukan dari alamat domain ritel yang asli.
  9. Hindari jaringan Wi-Fi palsu. Cara ini dilakukan para kriminal dengan menyediakan jaringan Wi-Fi yang namanya sekilas sama dengan jaringan Wi-Fi di mana ia berada misanya di kafe. Jaringan Wi-Fi semacam ini tidak menyediakan akses internet, melainkan mengambil informasi dari orang-orang yang mengakses jaringan Wi-Fi palsu itu.
  10. Milikilah password yang lebih baik. Para pengguna biasanya menggunakan password sama untuk beberapa situs. Hal ini akan menyebabkan pengguna rawan kejahatan hacking. Beberapa password yang mudah di hack antara lain tanggal lahir, atau yang berhubungan dengan nama anggota keluarga.

Tidak ada yang menghalangi anda jika ingin menggunakan handpone secara bebas, namun anda juga perlu memiliki pengetahuan cukup untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

 

Comments

comments