Teknologi 4G LTE Jadi Nilai Positif Setahun Jokowi-JK Bidang Teknologi?




setahun jokowi, teknologi, 4G LTE

Setahun berkuasa, Jokowi-JK banyak mendapat tanggapan dari masyarakat, baik yang positif maupun negatif. Meski masih banyak kekurangan, namun tidak lantas pemerintahan Jokowi-JK tidak memiliki keberhasilan. Di bidang teknologi misalnya, di bawah Kabinet Kerja Jokowi telah hadir teknologi 4G LTE (long term evolution) di Indonesia. Akankah keberadaan 4G LTE ini mendapatkan tempat di hati masyarakat sebagai bentuk keberhasilan Jokowi-JK setahun ini?

Hadirnya 4G LTE ini diprakarsai Menteri Komunikasi dan Informatika pada Kabinet Kerja Jokowi, yaitu Rudiantara. Sejak Juli lalu, sudah empat operator GSM  merilis layanan 4G berbasis Frequency Division Duplexing Long Term Evolution (FDD-LTE) di frekuensi 1.800 MHz. Empat operator itu adalah Telkomsel, Indosat, XL Axiata, dan Hutchison 3 Indonesia (Tri). Telkomsel merilis layanan di Makassar, XL di Lombok, Indosat di Balikpapan, dan Tri di Banjarmasin. Langkah empat operator ini juga diikuti oleh PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) yang menggelar 4G FDD-LTE di frekuensi 850 MHz di Batam.

Rudiantara mengharapkan, kehadiran 4G ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat dan operator untuk mewujudkan ekonomi digital. Ia berpendapat, “Masyarakat harus diedukasi manfaat dari 4G. Operator juga harus mulai mengubah model bisnisnya. Era circuit switch sudah selesai, sekarang era IP Switch dimana yang dihitung bit per byte. Jadi, kalau ada mitra yang mengajukan bermain menjadi distributor untuk berjualan di era IP Switch, itu sudah salah. Sekarang era bermain aplikasi.”

Menurutnya, saat ini operator dalam kondisi penurunan margin Earning Before Interest Tax Depreciation (EBITDA) yakni di kisaran 45% berbanding terbalik dengan lima tahun lalu yang masih di kisaran 50%. Rudantara memaparkan bahwa operator harus bisa mengedukasi dengan tepat ke masyarakat bahwa 4G bisa mendapatkan volume yang lebih banyak di waktu sama agar terasa isu kualitas di layanan data. Hal penting lainnya membangun ekosistem perangkat dan aplikasi. Pemerintah daerah harus digandeng untuk mewujudkan smart city.

Dirjen Sumber Daya Perangkat Pos dan Informatika, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Muhammad Budi Setiawan, menambahkan dari pengalaman evolusi teknologi GSM selama ini, pasar langsung mengikuti dengan kehadiran perangkat bagi konsumen. “Sekarang sudah ada smartphone dan tablet 4G yang terjangkau. Untuk jaringan juga sudah siap. Saya percaya kalau 4G di 1.800 MHz secara nasional akan lebih mudah untuk mewujudkan ekonomi digital,” katanya di Lombok, Senin (6/7). Direktur Service Management XL Axiata Ongki Kurniawan mengakui 4G di 1.800 MHz paling siap secara ekosistem karena ada sekitar ratusan operator di dunia yang mengadopsinya. “Kami memang menunggu 4G di 1.800 MHz ini, kita akan agresif  setelah merilisnya di Lombok,” pungkasnya.

Dalam catatan, frekuensi 1.800 MHz dianggap sebagai frekuensi ideal untuk menyediakan akses mobile broadband generasi keempat karena memiliki sumber daya frekuensi yang besar. Telkomsel dan XL mempunyai lebar pita 22,5 MHz, Indosat 20 MHz, sedangkan Tri yang paling kecil, hanya 10 MHz.Sementara di spektrum 900 MHz yang telah lebih dulu digelar untuk 4G, diketahui XL dan Telkomsel masing-masing punya frekuensi seluas 7,5 MHz, Indosat memiliki 10 MHz. Sementara Tri tak memiliki alokasi di 900 MHz.

Dari terealisasinya program teknologi 4G LTE ini, pemerintah memiliki pandangan dalam menghadapi era broadband di atas teknologi 4G LTE (long term evolution) agar lebih efisien bagi industri telekomunikasi Indonesia. Lantas, dapatkah peluncuran 4G LTE ini menjadi nilai positif akan keberhasilan setahun Jokowi-JK bidang teknologi? Bagaimana pendapat Anda?

Ratih Pratisti

Ratih Pratisti

Editor, writer, traveller. Always search the answer of something that intriguing and write it down to article or another media that give knowledge to others.

More Posts Website

Follow Me:
TwitterFacebookLinkedIn

Comments

comments