Snapchat dan Twitter Akan Tampil Lebih Baru Demi Pengguna

Teknonisme.com – Sepasang media sosial yang tengah berjuang di era pesatnya penggunaan jejaring sosial di dunia, sedang melakukan inovasi untuk memuaskan hasrat pengguna. Twitter dan Snapchat paham, hampir semua orang di dunia menggunakan media sosial setiap harinya, dan cepat merasa bosan jika platform mereka tidak mengalami perubahan-perubahan, baik dari tampilan, maupun layanan.

Semakin banyaknya aplikasi jejaring sosial saat ini juga, membuat Twitter dan Snapchat yang telah lama eksis, memiliki rival berat, seperti Facebook dan Instagram. Hal itu, membuat keduanya akan berinovasi dari segi tampilan dan layanan mereka, untuk mendapatkan lebih banyak pengguna aktif di platform mereka.

Dengan pertimbangan itu, Twitter memutuskan untuk menambah jumlah batasan karakter untuk sekali tweet menjadi 280 karakter, yang sebelumnya hanya bisa 140 karakter. Begitu juga Snapchat yang menjadi aplikasi paling favorit digunakan di kalangan anak muda, akan melakukan perombakan, agar lebih mudah digunakan dan menarik minat pengguna lain.

Kedua perusahaan itu mengumumkan perubahan itu pada Selasa (7/11) lalu, karena melihat potensi pengguna yang memiliki standar tinggi namun pertumbuhannya lamban.

Terbukti, pada kuartal ketiga, Twitter hanya memperoleh kenaikan 1 persen pengguna dari kuartal kedua, menjadi 330 juta pengguna bulanan. Sedangkan Snapchat, memiliki pengguna yang meningkat 4,5 juta pengguna dari kuartal kedua, menjadi 178 juta pengguna dengan pertumbuhan hanya 3 persen.

Angka yang diperoleh kedua perusahaan media sosial itu tidak lebih baik dibanding pengguna Facebook yang meningkat 16 persen menjadi 2,07 miliar pengguna pada kuartal ketiga ini.

“Satu hal yang telah kami dengar selama bertahun-tahun bahwa Snapchat sulit digunakan dan dipahami. Dan kini, tim kami berupaya untuk membuatnya mudah,” ujar CEO Snap Inc Evan Spiegel, dikutip Gadgets Now, Kamis (9/11).

Hal itu disampaikan Evan pada sebuah konferensi bersama analis industri, setelah perusahaan tersebut mengalami pertumbuhan pengguna yang lesu dan pendapatan merosot dari perkiraan Wall Street. Saham Snap terperosok 17 persen, menjadi hanya USD 12,53. Setelah sebelumnya, sahamnya dibuka di angka USD 17, Maret lalu.

Sedangkan, Twitter mengakui batasan karakter untuk tweet, membuat pengguna malas men-tweet. Ia telah melihat data, tweet dalam bahasa Inggris selalu memenuhi 140 karakter, jika mereka kelebihan, maka repot mengedit dan akhirnya tidak jadi men-tweet.

Twitter juga sudah melakukan uji coba penambahan batas 280 karakternya itu sejak September lalu. “Banyak orang yang mengatakan kepada kami, penambahan batasan karakter membuat mereka lebih bisa mengekspresikan diri, menemukan konten yang bagus, dan bagus untuk keseluruhan Twitter,” ujar Project Manager Twitter Aliza Rosen dalam sebuah postingan blognya.

Perluasan batasan karakter itu akan tersedia untuk seluruh pengguna di dunia, kecuali di Cina, Jepang, dan Korea. Hal itu disebabkan, penggunaan karakter menggunakan bahasa mereka, hanya membutuhkan sedikit karakter, sesuai bentuk bahasa aslinya.

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *