Sejarah Singkat dan Jenis Printer

Pada zaman dahulu, hasil karya tulis dicetak dengan menggunakan pena pada suatu lembar kertas. Hal ini pernah dilakukan oleh para biarawan. Lama kelamaan, proses ini diganti dengan menggunakan mesin ketik dan kertas karbon.

Ketika komputer muncul, banyak pihak yang merasa harus cepat- cepat membuat “hardcopy” atau hasil cetakan dari proses kerja komputer. Awalnya mereka menyambungkan mesin teletype pada komputer generasi awal, namun akhirnya diganti dengan printer dot matrix. Sayangnya, printer jenis ini punya banyak masalah seperti pita tinta yang ruwet, spasi yang seragam hingga diganti dengan teknologi yang lebih baik.

Saat ini, secara garis besar printer dapat dikategorikan dalam dua jenis : Laser Printer dan Ink Jet printer.

Laser Printer cocok digunakan untuk percetakan dengan skala besar sementara ink Jet Printer untuk skala kecil. Ini berarti kemungikinan besar printer di rumah anda adalah printer Ink jet.

Cara kerja printer Laser :

Printer Laser menggunakan listrik statis untuk menempelkan bubuk plastik (toner) ke kertas dan kemudian melelehkannya dengan menggunakan roller panas. Printer Laser jet tidak menggunakan tinta, melainkan toner yang merupakan bubuk plastik lembut.

Cara kerja printer Ink Jet :

Printer Ink Jet menyemprotkan titik – titik kecil tinta ke kertas untuk membuat gamabar. Titik- titik tinta ini berukuran 50 mikron. Sebagai perbandingan, rambut manusia berukuran sekitar 70 mikron. Bayangkan betapa kecilnya titik- titik tinta ini.

Semoga info ini bermanfaat.

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *