Perubahan Rotasi, Diprediksi Akan Lebih Banyak Gempa Besar di 2018

Teknonisme.com – Para ilmuan memprediksi di tahun 2018 akan banyak terjadi gempa besar. Hal ini akan terjadi di seluruh dunia, terutama di daerah tropis. Frekuensi guncangan diyakini mengalami perubahan karena kecepatan rotasi Bumi.

Kecepatan rotasi Bumi diteliti oleh Roger Bilham of the University of Colorado dan Rebecca Bendick of the University of Montana. Meski tak tahu persis mengapa mereka berhubungan, kedua ilmuwan menduga bahwa perubahan pada perilaku inti bumi adalah alasannya.

Kedua ilmuwan itu telah merekam seluruh gempa bumi dengan magnitude 7 Skala Richter atau lebih besar sejak 1900. Mereka menemukan bahwa gempa lebih sering terjadi ketika kecepatan rotasi Bumi berubah.

“Kita akan menghadapi gempa bumi lima tahunan. Tahun depan kita akan melihat peningkatan yang signifikan dalam jumlah gempa bumi yang parah. […] Sejauh ini kita hanya memiliki sekitar enam gempa bumi dahsyat. Kita bisa memiliki 20 gempa di 2018,” terang Billham seperti dilaporkan The Guardian, Senin (20/11).

Baca Juga :

Sayangnya, sulit untuk memprediksi secara pasti dimana gempa hebat akan terjadi. Meski demikian, Bilham mengatakan bahwa mereka menemukan sebagian besar gempa bumi hebat akan terjadi di dekat khatulistiwa. Sekitar satu miliar orang tinggal di daerah tersebut.

Namun, para ahli dari Selandia Baru telah menentang pandangan kedua ilmuwan Amerika tersebut. Dr Virginia Toy, seorang profesor Geologi di Universitas Otago mengatakan bahwa bukan hal baru jika korelasi dibuat antara satu peristiwa alam dan fenomena lainnya

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *