Omprengan Ikut Kembangkan Aplikasi Online “ompreng.com”




ompreng.com, omprengan, aplikasi online

Meningkatnya penggunaan teknologi banyak dimanfaatkan oleh para penggunanya untuk mengembangkan bisnisnya. Mulai dari aplikasi ojek online hingga taksi online dapat kita temui di Google Play. Tidak mau kalah, omprengan pun kini turut serta dalam mengembangkan sayapnya di ranah digital dengan hadirnya aplikasi omprengan online ompreng.com.

Pendiri dan CEO Ompreng.com ini mengatakan, pertambahan jalan tidak sebanding dengan pertumbuhan jumlah kendaraan. Pertumbuhan kendaraan mencapai 12% setiap tahun. Sedangkan pertumbuhan jalan hanya sekitar 0,01% per tahun. Angka tersebut jelas menunjukkan pertumbuhan jalan tidak mampu mengejar pertumbuhan kendaraan, sehingga wajar jika terjadi kemacetan hampir di setiap ruas jalan. Dan tentunya kemacetan itu semakin lama akan semakin parah.

Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Yayasan Pelangi, disebutkan kemacetan lalu lintas berkepanjangan di Jakarta menyebabkan pemborosan senilai Rp 8,3 triliun per tahun. Data yang sama ini juga diungkapkan Bambang Susantono selaku Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), yang mengacu pada kajian Study on Integrated Transportation Master Plan for Jabodetabek (SITRAMP 2004).

Semakin bertambahnya pengguna kendaraan pribadi ini disinyalir berasal dari fasilitas transportasi pelayanan publik di Jakarta yang terbilang masih buruk. Entah dari supir bus yang ugal-ugalan, angkot yang sering ngetem, waktu menunggu busway yang lama, hingga kereta KRL yang penuh sesak. Berbagai sumber masalah ini membuat masyarakat enggan beralih dari kendaraan pribadi ke kendaraan umum. Kebijakan 3 in 1 di jalan protokol pun dianggap belum mampu memotivasi masyarakat untuk beralih ke kendaraan umum.

Permasalahan inilah yang membuat Ary memiliki inisiatif membuka aplikasi online ompreng.com. Aplikasi ini hadir guna menjembatani gap antara pemilik kendaraan pribadi dan penumpang kendaraan umum. Ompreng.com merupakan ride sharing platform berbasis web dan mobile dimana pemilik kendaraan dapat menawarkan tumpangan kepada orang lain dan sebagai gantinya penumpang membayar ‘iuran perjalanan’ kepada pengemudi. Ompreng.com menawarkan jasa gratis dimana pemilik kendaraan (pemberi omprengan) dan penumpang (pencari omprengan) dapat berkomunikasi secara langsung untuk pengaturannya seperti rute, meeting point dan besaran iuran perjalanan.

Penggunaannya pun cukup mudah. Yang jelas, pengguna wajib membuat akun dan mengisi data diri. Setelah terdaftar, user dapat memilih find ride untuk mencari omprengan atau offer ride untuk memberi omprengan. Jika memilih find ride, user dapat memasukan data asal dan tujuan perjalanan beserta tanggal keberangkatan. Para pencari omprengan dapat menggunakan fitur radius (1 km, 5 km, 10 km, sampai 50 km) sehingga memungkinkan pencarian lebih fleksibel berdasarkan koordinat radius yang dimasukkan.

Hadirnya fitur radius ini diharapkan jika pencari omprengan tidak mendapatkan hasil tepat sesuai asal/tujuan perjalanan, setidaknya mereka bisa mendapat lokasi terdekat sesuai dengan destinasi yang dimasukkan. Selain itu ada juga fitur advance filter dimana hasil pencarian dapat disaring berdasarkan waktu keberangkatan, jenis kelamin dan ada tidaknya profile picture. Jadi bagi para wanita yang ingin melakukan perjalanan antara wanita saja, bisa memilih filter gender female agar hasil pencarian yang dihasilkan hanya wanita.

Pada menu Offer a Ride, pemberi omprengan memasukkan asal dan tujuan perjalanan, jam serta waktu keberangkatan, jumlah kursi yang ditawarkan dan juga besarnya iuran perjalanan. Di kolom ride detail, pemberi omorengan dapat menulis rute yang dilalui, meeting point serta toleransi waktu tunggu. Diungkapkan Ary melalui detikINET, ompreng.com dimaksudkan untuk memudahkan para pemberi omprengan dengan adanya fitur Round Trip dan Repeat. Round trip ditujukan bagi mereka yang melakukan perjalanan bolak-balik untuk asal dan tujuan yang sama. Sedangkan repeat (Senin – Minggu) dikususkan bagi mereka yang melakukan perjalanan berulang seperti pergi dan pulang kantor yang dilakukan Senin sampai Jumat.

Ary mengaku sangat optimis aplikasi ini dapat diterima dengan baik oleh masyarakat. Dengan banyaknya jumlah perjalanan yang mencapai 26 juta trip per hari di Jakarta, aplikasi ini diklaim cocok dalam mengurangi kemacetan di kota besar seperti Jakarta. Targetnya, dalam tiga tahun ke depan, aplikasi ini memiliki sekitar 1 juta download user.

Ratih Pratisti

Ratih Pratisti

Editor, writer, traveller. Always search the answer of something that intriguing and write it down to article or another media that give knowledge to others.

More Posts Website

Follow Me:
TwitterFacebookLinkedIn

Comments

comments