Nilai Aplikasi Mobile Diestimasi Capai Rp 2,6 Triliun di 2018

Pertumbuhan jumlah pengguna dari smartphone di Indonesia menjadikan aplikasi mobile banyak digunakan oleh para penggunanya.

Dikutip dari tekno.liputan6.com, hasil dari riset yang dilakukan oleh pihak Baidu yang bekerja sama dengan lembaga riset GfK Indonesia menyebutkan, bahwa kedua hal tersebut memberikan dorongan terhadap tumbuhnya bisnis perkembangan aplikasi.

Iwan Setiawan
Iwan Setiawan, Marketing Manager Baidu Indonesia (image : selular.id)

Head of Markering Baidu Indonesia Iwan Setiawan mempresentasikan hasil dari studi tersebut kepada media. Menurutnya, aplikasi mobile menawarkan pendapatan yang semakin besar dari tahun ke tahun.

Bahkan, pada 2018 Baidu memprediksi bahwa nilai dari pendapatan aplikasi mobile di Indonesia akan mencapai US$ 197,6 juta yang mana setara dengan Rp 2,6 triliun.

“Sebelumnya pada tahun 2013, pendapatan yang besumber dari aplikasi mobile di Indonesia hanya mencapai US $62,1 juta (Rp 817 miliar) saja. tak berselang lama, pada tahun 2015 pendapatan aplikasi mobile telah mencapai US$ 118,2 juta (hal ini setara dengan Rp 1,55 triliun),” kata Iwan.

Sementara itu pada tahun 2016 sendiri, Baidu memperkirakan pendapatan dari aplikasi mobile ini akan meningkat menjadi US$ 142,1 juta yang setara dengan Rp 1,86 triliun.

Menurut Iwan sendiri, pendapatan aplikasi mobile paling besar disumbangkan oleh mobile advertising atau iklan yang ada di mobile. Yang selanjutnya disusul oleh paid-apps purchase (aplikasi berbayar), dan juga in-apps purchase (fitur berbayar pada sebuah aplikasi yang telah terunduh).

“Walaupun pada saat ini kontribusi pembelian dari in-apps purchase masih cukup rendah, akan tetapi di masa depan kontribusinya akan melampaui paid-apps purchase,” imbuhnya.

Pada hasil survei itu juga menerangkan, pada tahun 2015, pendapatan dari mobile advertising pada kota-kota besar seperti halnya Jabodetabek, Bandung, Suarabaya, serta Semarang akan mencapai US$ 15 juta (yang setara dengan Rp 197 miliar).

Sedangkan, untuk kontribuasi dari paid-apps purchase sekitar US$ 3,2 juta yakni setara dengan Rp 42 miliar sementara untuk in-apps purchase sendiri mencapai US$ 2,9 juta yaitu sekitar Rp 38 miliar.

“Pada tahun ini, pendapatan dari mobile advertising apda wilayah yang sama diperkirakan akan mencapai US$ 20,8 juta bila ditaksirkan kedalam rupiah maka sekitar Rp 273,7 miliar,” ucap Iwan.

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *