Menkominfo: Pengembang Aplikasi Perlu Didukung Ekosistem

Akhir-akhir ini pemerintah gencar untuk mendukung sebuah pergerakan untuk pengembangan aplikasi. Yang mana pengembangan aplikasi ini akan berdampak langsung untuk memajukan Indonesia. Hal ini terlihat dari Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara yang mana ikut dalam acara kick off kompetisi digital The Next Dev 2016 yang mana diselenggarakan oleh Telkomsel.

menteri
Dirut Telkomsel Ririek Adriansyah (tengah) dan Menkominfo Rudiantara (berpakaian batik) usai meresmikan dibukanya kompetisi digital The NextDev di Jakarta (image : tekno.liputan6.com)

Rudiantara pun mengapresiasi kegiatan tersebut. Dia berkata bahwa Kementerian Komunikasi dan Informatika juga akan membuat program sejenis agar dapat membuat aplikasi yang dapat digunakan untuk memajukan desa.

Walaupun begitu, pria yang akrab dipanggil dengan Chief Ra itu juga berpesan bahwa dalam pengembangan aplikasi tak bisa serta merta membuat aplikasi tanpa adanya dukungan ekosistem.

Seperti yang kita ketahui bahwa The Next Dev ini adalah sebuah kompetisi dalam pencarian aplikasi-aplikasi agar dapat mempercepat program smart city di Tanah Air.

“Karena berdasarkan pengalaman, membuat sebuah aplikasi tanpa adanya ekosistem, orang tak akan tahu bagaimana menggunakan aplikasi itu untuk apa. Sebab itu, pendekatannya harus ke ekosistem,” ujar Rudiantara.

Pendapatnya, masyarakat juga perlu diberi pendampingan tentang cara penggunaan aplikasi yang telah dikembangkan agar dapat mendukung smart city. Selain hal tersebut, aplikasi tersebut juga perlu mendapat dukungan ekosistem lainnya, yakitu tersedianya jaringan.

“Bila ada aplikasi dalam sebuah kota tapi tak ada network hal itu juga percuma saja. Aplikasi dikembangkan sebanyak apapun tapi tak ada network ya percuma,” imbuhnya.

Ia juga memberi contoh, perlu menutup gap kecepatan jaringan pada kota besar seperti hal di Jakarta dengan kota-kota di kawasan Indonesia bagian Timur yang mana selama ini memang masih sedikit sekali dijangkau oleh jaringan internet.

Agar dapat menutup gap tersebut, pemerintah berencana untuk bekerjasama dengan operator menargetkan bahwa semua Ibu Kota Kabupaten serta Kotamadya sudah memiliki akses broadbrand pada tahun 2019 mendatang.

Mengenai smart city, Rudiantara juga telah berkomunikasi dengan asosiasi walikota serta menyebutkan bahwa anggota dari asosiasi telah mencanangkan smart city untuk wilayahnya.

“Presiden dalam rapat terbatas kabinet juga menyatakan semua layanan publik harus memanfaatkan IT, ICT, serta harus online. Misalkan saja siapa saja yang memiliki SIM, nanti dituntut agar saat berada di luar kota tetap dapat memperpanjang SIM dengan sebuah aplikasi,” ujarnya.

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *