Mengunduh WhatsApp via Play Store Bisa Berbahaya, Mengapa?

Teknonisme.com – Di era modern saat ini, semua bentuk teknologi yang memudahkan penggunanya beraktivitas dan berkomunikasi sangat dibutuhkan. Terlebih, generasi milenial yang terkenal suka bergadget ria, lebih menyukai berbagai aplikasi pesan instan dan bermedia sosial sebagai cara menunjukkan eksistensi diri di dunia maya.

WhatsApp adalah salah satunya. Aplikasi perpesanan milik Facebook tersebut kini lebih digandrungi dibanding aplikasi chatting lain. Selain penampilan antarmukanya yang sederhana tapi elegan, WhatsApp juga memberikan segala kemudahan berkomunikasi dengan fitur-fitur yang tersedia.

Cara mengunduhnya pun mudah. Pengguna hanya perlu mencarinya di aplikasi pengunduh Google Play Store atau App Store, WhatsApp sudah bisa digunakan.

Namun, tahukah Anda, ternyata mengunduh WhatsApp melalui Google Play Store bisa berbahaya?

Baru-baru ini, sebuah versi palsu dan mungkin membahayakan dari WhatsApp tersedia di Google Play Store. Aplikasi berbahaya itu bersembunyi di Play Store sebagai “Update WhatsApp Messenger” dengan nama pengembang “WhatsApp Inc“.

Dilansir Gadgets Now, Sabtu (4/11), diketahui sebanyak 5.000 pengguna telah mengunduh aplikasi palsu tersebut di Google Play Store. Sementara itu, versi lainnya, dengan nama yang sama, telah memperoleh jutaan unduhan.

Sedangkan, perlu diketahui, WhatsApp versi aslinya telah mencapai satu miliar unduhan.

IB Times melaporkan, keberadaan aplikasi pengumpat ini pertama kali disorot situs pelacak perubahan WhatsApp yang populer WABetaInfo, melalui akun Twitter @MujtabaMHaq, Kamis (2/11).

Menurut laporan tersebut, aplikasi yang menyamar sebagai WhatsApp Bussiness tersebut telah banyak menuai komentar keluhan di kolom komentar penilaian aplikasi di Play Store tersebut.

WABetaInfo mengatakan di akun Twitternya kepada 30.000 pengikutnya, “Jangan unduh aplikasi ini, itu palsu! WhatsApp Bussiness belum tersedia untuk semuanya.”

Ia juga menambahkan, “Periksa aplikasi tersebut di kanal resmi WhatsApp Bussiness, kedepannya!”

Hal itu dikarenakan, WhatsApp Bussiness belum diluncurkan oleh WhatsApp sebagai layanan mandiri.

 

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *