Jika Indonesia Baru Memulai, Jepang Sudah Tinggalkan Ini

Teknonisme – Pemerintah Indonesia sedang giat-giatnya membangun infrastruktur secara merata, khususnya dalam bidang transportasi. Pembangunan jalan raya, pelabuhan, dan bandara kini sedang gencar dilakukan.

Tak ketinggalan, jalan bebas hambatan atau tol. Jalan tol di Indonesia, kini tidak lagi tersedia di Pulau Jawa, namun juga Sumatera, dan provinsi lain di Indonesia. Namun, ternyata jalan tol masih belum menjadi solusi. Sebab kemacetan di Indonesia, khususnya Jakarta, tak mengenal tempat dan waktu.

Sistem pembayaran tunai di loket yang tersedia di setiap tol, dianggap sebagai salah satu biang kemacetan di jalan tol. Dengan pertimbangan tersebut, pemerintah kemudian menerapkan sistem pembayaran tol anyar, yang secara serentak dilakukan pada 31 Oktober lalu, di semua jalan tol seluruh Indonesia.

Sistem pembayaran menggunakan e-toll saat ini menjadi solusi mengurai kemacetan di jalan tol. Pembayaran non tunai tersebut diharapkan bisa menjadi solusi jangka panjang.

Semua transaksi kini menggunakan e-toll. Kartu tol elektronik itu sendiri bisa didapatkan di minimarket terdekat, pengisian saldo bisa dilakukan di minimarket ataupun anjugan tunai mandiri yang digunakan para pengendara.

Cara bertransaksi menggunakan e-toll cukup mudah. Ketika para pengguna jalan tol memasuki gardu masuk tol, penguna cukup menempelkan kartu e-toll pada mesin pembaca yang telah disediakan. Setelah itu, lane barrier (ALB) atau portal akan otomatis terbuka dan saldo akan terpotong.

Tapi, ternyata sistem pembayaran tol menggunakan kartu yang dilakukan Indonesia saat ini, sudah lama ditinggalkan negara lain, seperti Jepang.

Jepang Sudah Tinggalkan E-toll

Jepang sudah mengaplikasikan metode e-toll sejak 2001, namun kini telah ditinggalkan. Negeri matahari terbit itu memang terkenal dengan perkembangan teknologi yang pesat.

Hal itu bisa dilihat dari sistem pembayaran jalan tol dengan e-toll yang telah mereka tinggalkan sejak 2006 silam. Kini, Jepang telah mengantinya dengan teknologi lebih canggih yang disebut ETC (Electronic Toll Collection system).

“Kami tidak lagi menggunakan kartu. Sekarang keluar tol sangat mudah. Mobil yang akan masuk dan keluar tol diberikan alat yang ditempatkan di posisi depan mobil. Dengan kecepatan 20 km/perjam, pintu tol akan terbuka dengan sendirinya,” kata Ogawa Tahahiro, pemandu tur rombongan jurnalis dari Honda Prospect Motor di Kyoto, Minggu (29/10).

Cara kerja ETC sangat sederhana. Sebelum pintu tol, terpasang sebuah alat pembaca kartu yang menggunakan sistem nirkabel, dan pada saat mobil mendekati pintu tol, portal akan secara otomatis terbuka dan saldo akan terpotong.

Untuk menikmati fasilitas ini, pengguna jasa harus membeli sebuah vocher, yang nantinya akan diletakan di depan mobil dan dimasukan ke dalam sebuah perangkat elektronik (ETC Card Reader).

Menurut data yang dihimpun, kini 90 persen jalan tol di Jepang telah menerapkan ETC. Meski demikian, Jepang masih menyediakan pembayaran secara tunai, namun hanya diterapkan di beberapa wilayah pedesaan.

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *