Inilah Mesin Pencari Konten Negatif Kominfo Terbaru

Teknonisme.com – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) mulai aktif memburu konten negatif di dunia maya. Perburuan kal ini berbeda karena mereka punya mesin sebagai senjata ampuh melumpuhkan konten negatif.

Pengadaan mesin ini sendiri telah dilakukan Agustus lalu dengan menelan biaya hingga Rp194 milar. Dana sebesar itu tidak hanya digunakan untuk membeli teknologi penapisan. Tapi juga digunakan untuk membiayai tim yang akan mengoperasikan mesin sensor ini.

Dengan adanya mesin ini, maka Kominfo bisa melakukan sensor dalam skala yang jauh lebih besar dari sebelumnya. Sebelumnya, penyensoran dilakukan manual dengan tenaga manusia dan laporan masyarakat.

Kepala Sub Direktorat Penyidikan Kemenkominfo Teguh Arifiyadi pun menjelaskan cara kerja mesin sensor tersebut. Menurutnya, sebelum keberadaan sebuah situs atau konten media sosial bisa dilenyapkan, ada proses berlapis yang dilakukan.

Proses berlapis ini melibatkan mesin perayap (crawling) dan manusia. Proses pertama dilakukan oleh mesin dengan memasukkan kata kunci pencarian.

Jika kata kunci sudah ditentukan, mesin pemburu bisa menarik jutaan konten dalam sekali kerja. Menurutnya, mesin sensor ini bisa merengkuh jutaan situs dan konten media sosial hanya lewat satu kata kunci. Kecepatan pengumpulan datanya pun terbilang sangat cepat, cuma sekitar 5 menit sampai 10 menit saja.

BACA JUGA:

Dalam masa uji coba selama tiga hari, mesin ini mampu mendeteksi sekitar 120.000 situs porno dari Indonesia. Itu hasil dari 1,2 juta alamat internet yang dicrawling.

“Sementara yang berjalan dalam beberapa tahun ini kami baru menapis 700.000  lebih situs porno. Mesin pengais konten negatif ini juga dapat dimanfaatkan oleh lembaga-lembaga pengatur sektor dalam mendukung pelaksanaan tugas masing-masing,” papar Dirjen Aplikasi Informatika Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan, sebagaimana dilansir dari Kontan, Kamis (18/1).

Menurutnya, bukan hanya Kominfo, pihaknya bisa berkoordinasikan dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) jika mencari konten berbau teroris, dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kalau konten investasi bodong, obat-obat yang tidak berizin dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) atau penjualan narkoba melalui internet dengan Bandan Narkotika Nasional (BNN).

Baca juga artikel menarik lainnya terkait Kominfo atau informasi teknologi lain di Teknonisme.

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *