Inilah 8 Fakta yang Perlu Kamu Tahu Tentang Bitcoin

Teknonisme.comBitcoin kini telah menjadi tren penggunaan mata uang kripto di dunia. Kini, harga satu bitcoin telah mencapai USD 10.000 dan beberapa ahli mengatakan nilai itu akan terus melesat jauh.

Mata uang virtual terpopuler dunia ini memungkinkan orang untuk membeli barang dan jasa, serta menukarkan uang tanpa melibatkan bank, penerbit kartu kredit atau pihak ketiga lainnya.

Perlu diketahui, dahulu bitcoin lebih banyak digunakan peretas dunia maya untuk membeli barang-barang dan obat-obatan terlarang, serta untuk meminta uang tebusan secara online. Namun, kini telah menjadi populer dengan pengguna yang berbeda, yakni investor spekulatif. Seiring dengan harganya yang semakin meningkat, pengguna mata uang virtual ini pun ikut melonjak.

Untuk mengetahui lebih lanjut apa itu bitcoin, mari simak beberapa fakta yang perlu Anda tahu tentang bitcoin, sebagaimana dikutip dari Gadgets Now, Minggu (3/12).

8 Fakta yang Perlu Kamu Tahu Tentang Bitcoin

Cara kerja bitcoin

Bitcoin adalah mata uang digital yang tidak memiliki ikatan dengan bank dan juga pemerintah, serta memungkinkan seseorang untuk mengambil uang secara anonim. Koin dibuat oleh pengguna yang ‘menambang’ mereka dengan meminjamkan daya komputasi untuk memverifikasi transaksi pengguna lain.

Mereka menerima uang dalam bentuk bitcoin nantinya. Koin juga bisa dibeli dan dijual di bursa dengan dolar Amerika atau dengan mata uang lainnya.

Harga bitcoin

Bitcoin diperdagangkan di atas USD 11.000 pada Rabu, (29/11), dan kemudian turun di hari berikutnya sekitar USD 9.800, menurut coindesk, situs yang melakukan monitor harga. Meski demikian, harganya melampaui harga di awal tahun yang hanya USD 1.000 per koinnya.

Nilai bitcoin kini mengalami penurunan tajam sebesar 22 persen terhadap dolar dalam tiga bulan terakhir. Sama seperti saham, nilai bitcoin bisa naik dan turun dengan tajam, tergantung dengan situasi pasar.

BACA JUGA: Transaksi Bitcoin Capai Rekor Tertinggi

Alasan bitcoin bisa populer

Bitcoin pada dasarnya adalah garis kode komputer yang ditandatangani secara digital setiap kali melakukan transaksi dari satu pemilik ke pemilik lain.

Transaksi bisa dilakukan secara anonim, membuat mata uang populer dengan libertarian serta penggemar teknologi, investor spekulatif, serta bisa juga dilakukan oleh penjahat dunia maya.

Benarkah Bitcoin dilakukan secara anonim?

Ya, benar. Transaksi dan akun Bitcoin mungkin bisa dilacak, namun pemiliknya belum tentu bisa dilacak dan dikenal. Namun, penyidik bisa melacak pemilik akun setelah Bitcoin dikonversi ke mata uang biasa.

BACA JUGA: Ransomware, Momentum Bisnis Lebih Perhitungkan Sumber Daya

Pengguna Bitcoin

Dalam sebuah laporan, Overstock.com bahkan menerima pembayaran melalui bitcoin. Perusahaan pertukaran mata uang CME Group di Amerika Serikat mengatakan akan membuka pasar berjangka untuk mata uang Bitcoin sebelum akhir tahun, jika hal itu disetujui oleh regulator setempat.

Namun, popularitas Bitcoin masih tergolong rendah, dibandingkan dengan uang tunai dan kartu, dan masih banyak perorangan dan pelaku bisnis yang tidak menerima Bitcoin sebagai pembayaran.

Beberapa eksekutif perbankan bahkan telah menentang Bitcoin. CEO JPMorgan Chase Jamie Demon mengatakan Bitcoin adalah suatu kecurangan.

JPMorgan juga mulai menggunakan teknologi yang mendasari Bitcoin, yang dikenal dengan Blockchain, sebagai jalur potensial bagi bank untuk melacak perdagangan dan aset secara lebih akurat.

Alasan harus punya Bitcoin

Pada dasarnya ada dua hal yang membuat seseorang untuk memiliki Bitcoin, yakni untuk melakukan pembayaran secara online, dan juga untuk berinvestasi dengan menyimpan nilai.

Penggunaan Bitcoin di kalangan pebisnis umum masih terbatas. Namun, beberapa di antaranya terdapat perusahaan besar yang juga masih menerima pembayaran melalui Bitcoin, seperti Microsoft yang menerima Bitcoin untuk pembayaran platform Xbox dan Windows Store.

Begitu juga dengan Overstock.com yang masih menerimanya. Namun, Amazon dan Walmart sebagai salah satu marketplace ternama, tidak menerimanya sebagai pembayaran.

Mata uang virtual seperti Bitcoin ini masih menjadi perdebatan di antara kalangan investor, misalnya Dimon dan Mark Cuban yang menentang Bitcoin, namun investor lainnya masih antusias terkait dengan mata uang digital ini.

Bahkan, Wall Street sedang membangun sebuah produk untuk bisa menerima pembayaran dengan Bitcoin. Namun, para investor yang menentang tetap tidak menyarankan menggunakan Bitcoin sebagai lahan investasi, mengingat nilainya masih spekulatif dan beresiko tinggi, dibanding dengan bentuk investasi lainnya, seperti emas, komoditas, dan lainnya.

BACA JUGA: Polisi Tangkap ‘Robot’ Pembeli Narkoba

Keamanan Bitcoin

Jaringan Bitcoin bekerja dengan memanfaatkan keserakahan individu untuk kebaikan bersama. Jaringan teknologi pengguna yang disebut penambang, menjaga sistem tetap jujur dengan menuangkan daya komputasi ke dalam Blockchain, sebuah penghitungan global setiap transaksi Bitcoin.

Blockchain mencegah perampok menghabiskan Bitcoin yang sama dua kali. Dan para penambang diberi imbalan atas usaha mereka dengan diberi tambahan nilai Bitcoin. Selama penambang melakukan pengamanan Blockchain, pemalsuan data tidak akan menjadi masalah.

Sejarah Bitcoin

Masih menjadi misteri mengenai sejarah awal Bitcoin. Tapi, beberapa laporan mengatakan Bitcoin hadir pada tahun 2009, yang diluncurkan dan dioperasikan oleh seseorang atau sekolompok orang dengan nama Satoshi Nakamoto.

Kemudian, Bitcoin diminati beberapa orang. Kemudian, Nakamoto menurunkan pemetaan Bitcoin setelah menarik perhatian secara luas.

Namun, beberapa tahun kemudian seorang pengusaha Australia mengaku sebagai penemu Bitcoin. Meski begitu, setelah dikonfirmasi kebenarannya, ia tak berani mempublikasikan bukti sebagai penemu Bitcoin.

Baca juga artikel menarik lainnya mengenai Bitcoin atau informasi teknologi lain di Teknonisme.

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *