Ingin Aman Gunakan Internet Banking? Simak Tips Berikut!

Penggunaan internet banking semakin hari semakin bertambah jumlah penggunanya. Dengan internet banking setiap orang dapat bertransaksi dimanapun dan kapanpun asalkan ada media internet. Hal ini tentu memudahkan pengguna sehingga tidak perlu mengantre di loket teller lagi dan tentunya tidak perlu ambil nomer antrian di bank, transaksi bisa dilakukan melalui jari.

Seiring dengan pesatnya laju penggunaan teknologi ini ternyata memancing juga keinginan buruk para villain di berbagai belahan dunia untuk mencoba mengambil keuntungan sendiri dari beberapa kelemahan sistem e-banking. Dampak buruknya tentu saja menyebabkan pengguna terjerumus kedalam kerugian yang sebenarnya bisa dihindarkan.

Kelemahan Internet Banking

  1. Metode transaksi I-Banking yang serba cepat, dapat dimanfaatkan piak tidak bertanggung jawab dengan melakukan beberapa teknik social engineering untuk mengeksploitasi aspek kelengahan calon korbannya.
  2. Kurangnya pemahaman pengguna internet banking akan modus-modus kejahatan cyber yang mengintai mereka, seperti contohnya pishing.
  3. Kurangnya edukasi dari pihak bank yang sampai ke pengguna (atau kurangnya minat pengguna membaca panduan lengkap) terutama mengenai aspek-aspek sekuritas dan modus-modus kejahatan cyber yang mengintai pengguna internet banking.
  4. Pada beberapa kasus, terdapat kelemahan pada sekuritas sistem Internet banking itu sendiri hingga mudah dibobol oleh cracker.
  5. Dalam beberapa hal, sebenarnya masih banyak aspek keamanan yang bisa ditambahkan kedalam sistem internet banking, namun mungkin dihilangkan dengan tujuan kenyamanan pengguna.

Tips Aman dengan Internet Banking

Untuk meminimalisir kejahatan yang terjadi dalam internet banking Anda, berikut tipsnya (misal dalam menggunakan bank Mandiri).

Sebelum masuk ke tips dan trik, coba perhatikan dua gambar dibawah ini

 

Akan Anda temui 3 elemen keamanan yang terdapat di web tersebut, yaitu:

  1. Alamat websitenya
  2. Logo banknya (yang warna biru dan hijau)
  3. Protocol securednya (https)

Biasanya korban kejahatan di Internet banking kurang jeli dalam memperhatikan 3 elemen keamanan di website Internet banking mereka. Sebut saja jika ada phiser (orang yang melakukan phising untuk tujuan mendapatkan data pribadi anda) dengan alamat website yang hampir mirip website asli dan bahkan tampilannya persis sama dengan aslinya tentu akan sangat berbahaya jika Anda login di website tersebut. Oleh karena itu perhatikan elemen penting dari website tersebut.

Selain cara di atas masih ada cara lain untuk menjaga keamanan Anda saat melaukan internet banking.

  1. Selalu teliti address bar, perhatikan 3 elemen keamanan diatas dan lakukan re-check, jika mencurigakan sebaiknya out aja atau laporkan.
  2. Pastikan alamat websitenya benar.
  3. Ekstra hati-hati dalam melakukan internet banking di warnet atau di perangkat yang bukan milik Anda.
  4. Jika muncul permintaan save password, sebaiknya Anda tolak.
  5. Selalu lakukan clear history, cache, dan cookies di browser Anda.
  6. Selalu logout setelah selesai transaksi.
  7. Waspadalah jika menerima email yang mengku dari bank yang bersangkutan dan menyatakan Anda harus klik link tertentu karena akun Anda akan di restore atau klaim hadiah undian Anda. Bisa jadi kejadian tersebut adalah teknik social enginering menggunakan email. Anda dapat menyanyakan pada pihak bank mengenai keresmian email yang digunakan.
  8. Jangan pernah memberikan informasi pribadi tentang akun ke siapa saja termasuk karyawan bank
  9. Gunakan kata sandi dan pin yang sulit ditebak namun mudah diingat.

Tips di atas adalah langkah preventif dalam bertansaksi menggunakan internet banking. Selamat mencoba dan semoga bermanfaat.

Comments

comments

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *