Indosat Tuding Telkom “Anak Emaskan” Telkomsel di Luar Jawa




telkom

Saat persaingan antar operator seluler semakin panas saja. Selain Telkomsel, PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) juga dikeluhkan praktik bisnisnya oleh pihak INdosat Ooredoo. Indosat menyebut bahwa Telkom tidak adil dalam memberikan layanan sewa jaringan di luar pulau Jawa.

Dikutip dari tekno.kompas.com, CEO Indosat Ooredo Alexander Rusli menyebut Telkom memprioritaskan Telkomsel serta menghalang-halangi operator lain untuk memanfaatkan jaringan yang telah di bangun Telkom di luar Jawa.

arif

Vice President Communication Corporate PT Telekomunikasi Indonesia, Arif Prabowo (image : aktual.com)

Alex juga mencontohkan di daerah Maluku, yang mana disana Telkomsel mengoperasikan 120 BTS 4G dengan menggunakan jaringan fiber optic bawah laut Telkom yang dibangun dalam rangka proyek Indonesia Digital Network (SMPCS, Sulawesi Maluku Papua Cable System).

“Kami sudah mau menyewa, sudah dua kali kami bertanya pada Telkom tapi tetap tak boleh. Namun ke Telkomsel dia (Telkom) malah dikasih. Katanya belum siap. Nah, belum siap bagaimana kalau 120 site (BTS) sudah jalan?” ujar Alex dalam pertemuan dengan media di Jakarta.

Alex berujar, bahwa kondisi yang demikian akan menyulitkan operator seluler lain untuk bersaing dengan Telkomsel, mengingat penggunaan sarana infrastruktur lain seperti halnya satelit tak akan membuahkan kualitas sama bagusnya, di samping itu juga memerlukan biaya yang lebih mahal.

Alex juga mengaku selama ini bisnis Indosat Ooredoo serta operator lain, seperti halnya XL dan Hutchison Three (Tri) tak dapat berkembang di luar pulau Jawa karena dipersulit untuk menggunakan infrastruktur milik PT Telkom, seperti halnya kabel optic. Sementara itu untuk pihak Telkomsel malah lebih mudah.

Treatment juga gak sama, istilahnya mereka (Telkomsel) bayar bulk ke Telkom, dia dapat memakai berapa aja selama dalam cangkupan tertentu, jadi tak per detik maupun per menit interkoneksinya,” kata Alex.

Indosat Ooredoo berharap mereka juga diperlakukan sama dari pihak Telkom. Tapi akhirnya mereka tak mendapatkan hal itu. “Saya tahu, pihak XL telah meminta tapi tak dikasih oleh Telkomsel,” ujar Alex.

Permasalahan yang saat dikeluhkan oleh pihak Indosat mengenai diskriminasi sewa jaringan Telkom seharusnya tak ada lagi pada saat regulasi network sharing disahkan oleh pemerintah.

Kementerian Komunikasi dan Informastika telah mengajukan permintaan untuk revisi Peraturan Pemerintah (PP) NO 53/2000 terkait telekomunikasi agar pengaturan network sharing punya payung hukum yang kuat.

Vice President Communication Corporate PT Telekomunikasi Indonesia, Arif Prabowo telah memberikan tanggapan atas tudingan dari pihak Indosat tersebut.

“Jaringan telekomunikasi apalagi jaringan Broadband di Indonesia Timur masih sangat minim. Demikian pula dengan broadband kepunyaan Telkom di sana,” kata Arif.

Arif juga menjelaskan bahwa jaringan Telkom masih terbatas untuk daerah-daerah pelosok Indonesia Timur. “Jaringan kabel laut kita masih terbatas pada beberapa kota saja, khususnya yang berada di posisi landing point-nya,” imbuhnya.

“Namun yang terpenting, kita seluruh operator sama-sama membangun jaringan broadband sampai dengan pelosok Indonesia Timur. Hal itu menjadi tanggungjawab dari seluruh operator. Jangan hanya membangun di kota-kota besar saja,” imbuh Arif.

Comments

comments