Google Tambah Fitur Ini Untuk Perangi Malvertising

Teknonisme.com – Google mengumumkan akan menambahkan tiga fitur keamanan Chrome baru, untuk memblokir situs web yang sering mengganggu peselancar dunia maya saat membuka sebuah website. Hal itu biasa terjadi kepada pengguna dengan tiba-tiba menuju website asing tanpa seijin pengguna ketika mengakses sebuah web.

Dari ketiga fitur keamanan baru yang disambut baik tersebut, salah satu fitur keamanan Google memiliki kemampuan untuk menghentikan malvertising, dan berpotensi memerangi malware yang tersebar di dunia maya beberapa bulan ke depan.

Google Akan Memblokir Pengalihan Iframe

Fitur utama dari ketiga fitur keamanan tersebut, dan juga paling penting, akan hadir di Chrome versi 64, yang dijadwalkan meluncur pada Januari 2018 mendatang.

Dengan versi 64-nya, Chrome akan memblokir upaya pengalihan URL yang dipicu oleh kode yang disematkan pada iframe di laman web. Sebab, sebagian besar pembuat situs web biasanya tidak menggunakan iframe pada situs mereka dan iframe biasanya akan berakhir pada laman yang memuat iklan, seperti malvertising.

Malvertising sendiri adalah singkatan dari Malicious Advertising, atau iklan yang berbahaya, biasanya memuat malware di dalamnya. Umumnya, malvertising akan menggunakan kode JavaScript yang dimuat di dalam iframe laman web, dan akan mengarahkan pengguna ke situs yang berbahaya.

Direktur Riset Forensik Komputer di Univeristy of Alabama di Birmingham Gary Warner mengatakan, “Saya pikir ini akan menjadi fitur yang tepat,” seperti dikutip dari Bleeping Computer, Kamis (9/11).

Warner juga percaya, fitur keamanan terbaru tersebut akan membantu memberantas pengiklan jahat yang mengalihkan URL ke situs yang berbahaya. Ia bahkan membocorkan, di beberapa kasus ada hacker yang membeli perusahaan iklan hanya untuk menyebarkan malware di situs web.

“Saya bersyukur, semua investasi jahat itu akan segera terbuang,” ujarnya.

Namun, perlu diketahui bahwa malvertising memiliki banyak bentuk. Fitur anyar itu tidak akan bisa memberantas semuanya. Misalnya, kampanye iklan yang menggunakan botnet dari situs yang diretas, di mana kode yang disertakan di dalam situs yang diretas tidak menggunakan iframe. Itu berarti fitur tersebut tidak akan memberikan pengaruh.

 

 

 

 

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *