Gamer Surabaya Raup Uang Lewat Channel YouTube

Sekarang ini kita dapat meraih uang dengan mudahnya dengan menggunakan kecanggihan teknologi. Yang baru-baru ini gamer asal Surabaya yang meraup pundi-pundi rupiah dengan YouTube Gaming.

Dikuti dari tekno.tempo.co, “Banyak subscriber saya yang tidak percaya kalau saya berasal dari Indonesia. Dipikir saya orang Jepang betulan,” kata Erdwin Susanto Wijaya, 34 tahun, saat ditemui Tempo selepas acara jumpa pers peluncuran aplikasi serta situs YouTube Gaming.

purti silalahi dan erdwin
Foto Putri Silalahi dan Erdwin Susanto Wijaya (image : m.tempo.co)

Bagaimana tidak, gaming channel yang dia ampu pada situs selancar video serba Jepang, mulai dari desain tampilan laman muka berjudul ‘Ushi Gaming’, lengkap dengan huruf Jepang yang dia kreasikan ala-ala komik.

Mata sipit dengan topi yang dipakai terbalik, makin menegaskan kesan orang Jepang, padahal aslinya dia arek Suroboyo asli. Bedanya dengan kreator gaming channel lainnya, karena ia benar-benar fasih dalam berbahasa Jepang. Ia pun menjadikan kemampuannya sebagai salah satu daya tariknya.

Dengan rutin, ia menunggah video saat ia sedang bermain game ke YouTube sambil berceloteh dalam bahasa Jepang. Gaming channel nya pun ia desain dengan tiga bahasa sekaligus, yakni Indonesia, Inggris, serta Jepang.

Dengan bagitu viewernya meroket tajam. Erdwin masih ingat betul saat pertama kalinya posting video gaming pertama klainya tahun 2004 yang lalu setalah ia membuat akun YouTube pertamanya.

Pada saat itu, alumnus jurusan Desain Komunikasi Visual Petra tersebut merekam saat sedang bermain game Brave Frontier tanpa suara sama sekali. “Unggahan pertama saya dalam tiga hari dilihat 3.000 orang,” ujarnya.

Dari situlah ia menjaring banyak pengikut dari seluruh dunia. Penonton terbanyak kata dia berasal dari Amerika Serikat, menyusul Filipina, Singapura, serta Indonesia. Erdwin pun tak menyangka bahwa hobinya bermain game dapat menghasilkan pundi-pundi rupiah.

Dia pun mantap menjadi seorang YouTuber secara penuh alias full time. Walaupun ia enggan menyebutkan rata-rata penghasilan tiap bulannya, tapi ia menyebutkan bahwa mendapat pembagian keuntungan satiap videonya tembus 100 views.

“Pokoknya cukup lah, buat sehari-hari,” ujarnya. Padahal sebelumnya ia sudah melakoni berbagai pekerjaan seperti menjual kebab serta menjaga warnet.

Untuk sekarang ini total unggahan videonya sudah sekitar 1.726 video dengan subscriber atau pelanggan mencapai 90.197 akun. Erdwin kian optimis, bahwa aplikasi serta situs baru YouTube Gaming ini akan meningkatkan viewer serta interaksinya dengan audiens sesama penggila game.

“Dengan YouTube Gaming ini akan memudahkan kami sebagai kreator untuk dpaat berinteraksi dengan subcriber,” kata Erdwin. Ia juga berpendapat bahwa YouTube menjadi wadah yang dapat menyalurkan passion bermain game serta video.

Dari situlah ia semakin dekat dengan para gamer, dilihat dari komentar-komentar penontonnya. Pertanyaan yang ada soal tips serta trik bermain game, membuat semakin bersemangat berkarya.

Demi menjaga hubungan baik dengan penontonnya, Erdwin berusaha menjaga konsistensi dalam setiap mengunggah video gaming terbarunya. Sedikitny dalam seminggu ia dapat membuat 3-4 video gaming baru.

Bukan hanya bermain game saja, ia juga membuat video ketika momen-momen lucu kesehariannya. “Intinya mejaga keterikatan, sehingga audiens melihat sesuatu yang baru. Oh ya, juga rajin membalas kolom komentar,” imbuhnya.

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *