BlackBerry Sekarat, BBM Tetap Jadi Jawara




BlackBerry

Sekarang ini persaingan smartphone sudah sangatlah ketat. Beberapa brand smartphone muncul dan menggusur brand-brand yang ada terlebih dahulu dipasaran. Ini berakimbas pada brand yang tak mampu bersaing mulai meredup.

Dikutip dari inet.detik.com, salah satunya brand yang meredup adalah BlackBerry. Pasar dari BlackBerry sudahlah sanagt tergrus oleh bermacam-macam ponsel pintar lain dari platform Android ataupun iOS.

BBM

Sekarang ini BBM dapat dinikmati di Android dan iOS (image : viateknologi.com)

Walaupun begitu sebenarnya nama BlackBerry masihlah kuat, tapi dalam hal aplikasi instant messaging, hal ini dikarenakan BlackBerry Messenger (BMM) masihlah sangat populer dikalangan lapisan masyarakat.

Hal ini terbukti dari hasil riset GfK Indonesia dengan mengusung tajuk Mobile App Market Study Indonesia yang menunjukkan bahwa 92% pengguna masilah mengunduh aplikasi ini (BBM), sementara aplikasi sejenis dengan BBM seperti halnya WhatsApp hanya diunduh oleh 64,4% responden survei.

“Mesti perangkat BlackBerry sudah jarang digunakan oleh masyarakat, ternyata BBM masih sangat banyak digunakan oleh para pengguna smartphone,” ujar Iwan Setiawan, Marketing Manager Baidu Indonesia, di Jakarta.

Pada kategori instan messaging, menyusul pada peringkat berikutnya adalah Line yang mana diunduh oleh 64,2% responden. Hal yang unik terjadi pada ketegori ini, karena terselip aplikasi e-mail kepunyaan Google, yang telah diunduh oleh 50,4 responden.

Kategori instant massaging sendiri dibandingkan dengan kategori lain berada pada posisi kedua sebagai aplikasi yang paling banyak diunduh oleh para responden, yang tepatnya sebanyak 27% responden mengunduh aplikasi instant messaging ini.

Yang di posisi pertama terdapat kategori game yang sering diunduh, dengan sebanyak 38% responden. Meskipun paling banyak diunduh oleh para responden, tapi jenis aplikasi ini juga yang paling sering dihapus oleh para responden tak samapi sebulan setelah aplikasi game tersebut diunduh.

Yaitu sebesar 50% untuk game, sementara untuk instant messaging atapun komunikasi sendiri sebanyak 29%. Untuk BlackBerry sendiri mulai memikat pengguna di Indonesia sekitar tahun 2006 serta mencapai puncaknya pada tahun 2008 sampai beberapa tahun setalahnya.

BlackBerry menjadi smartphone terpopuler di tahun itu, salah satu daya tariknya adalah adanya BBM. Wajar saja, pada saat itu BBM sendiri belum mempunyai pesaing. Sedangkan untuk WhatsApp serta layanan sejenisnya belum begitu dikenal oleh banyak kalangan.

Setelah popularitas BlackBerry merudup dipasaran, mereka pun ‘melepas’ BBM ke platform lain.

Comments

comments