5 Mitos Seputar Keamanan Wi-Fi yang Harus Anda Tinggalkan

Seiring berjalannya waktu, Wi-Fi terus berkembang. Begitu juga dengan keamanannya. Orang – orang sering mengira dengan browsing internet dapat melepaskan informasi penting dari komputer mereka. Hal ini sudah terjadi sejak dulu, naun sebenarnya apakah ini benar – benar nyata atau hanya mitos belaka?

Di sini akan menunjukkan cara – cara yang, katanya, “paling aman” dalam menjaga keamanan Wi-Fi.

 

Mitos 1 : Jangan menyebarkan SSID anda

Setiap wireless router punya nama network yang sudah ditetapkan, ini disebut Service Set Identifier. Secara default, router akan menayangkan SSID nya sehingga semua user yang ada dalam jangkauan Wi-Fi dapat melihat jaringan tersebut melalui PC atau perangkat lain.

Mencegah router anda untuk menayangkan SSID anda mungkin pada awalya merupakan ide yang bagus karena membuatnya tidak dapat dilihat oleh orang – orang yang tidak anda pebolehkan menggunakan jairngan anda. Tapi, beberapa perangkat, termasuk PC yang mengusung Windows 7 atau yang lebih baru, masih dapat melihat jaringan yang ada, bahkan jika perangkat tersebut tidak dapat mengetahui namanya karena sebenarnya meng- unmask SSID yang tersembunyi sebenarnya pekerjaan mudah. Justru, dengan mencoba menyembunyikan SSID dengan cara ini akan menairk perhatian para hacker Wi-Fi.

Terlebih lagi jika mereka menggunakan perangkat lunak semacam Kismet atau Commview for WiFi dapat melihat jaringan Wi-Fi yang tersembunyi dalam waktu singkat.
Menyembunyikan SSID anda mungkin dapat melindungi anda dari para pengguna biasa, tetapi justru dapat menjadi buruan para hacker ataupun anak tetangga anda yang sedang main – main.
Mitos 2 : Mengaktifkan filter alamat MAC
Alamat Media Access Control (MAC) dapat mengidentifikasi semua perangkat dalam jaringan anda. Mitos yang berkembang adalah anda dapat melindungi perangkat anda dan mencegah perangkat yang tidak anda inginkan untuk masuk ke jaringan anda dengan cara mengatur router anda untuk memperbolehkan perangkat yang memiliki alamat MAC yang spesifik.
Mangatur router untuk kebutuhan di atas sebenarnya mudah. Anda menentukan alamat MAC untuk setiap perangkat yang anda perbolehkan menggunakan jaringan andam lalu anda mengisi tabel di UI router anda. Perangkat yang tidak memiliki alamat MAC dalam tabel tidak akan dapat mengakses jaringan anda, sekalipun mereka tahu password untuk Wi-Fi anda.
Tapi anda tidak perlu menggunakan cara di atas karena seorang hacker yang menggunakan wireless netwotk analyzer dapat melihat alamat MAC semua perangkat yang anda perbolehkan untuk menggunakan jaringan anda. Bahkan ia dapat mengubah alamat MAC-nya supaya menjadi sama dengan yang ada di tabel yang sudah anda buat. Hasilnya, anda hanya membuang – buang waktu.
Sekali lagi, mengubah alamat MAC dapat melindungi dari pengguna biasa, tetapi tidak akan menghentikan hacker yang tekun. Selain itu, anda mungkin akan kerepotan karena harus mengubah pengaturan router anda setiap ada perangkat baru yang ingin menggunakan jaringan anda, meskipun hanya sebentar.
Mitos 3 : Membatasi jumlah alamat IP anda
Setiap perangkat dalam jaringan anda pasti dapat diidentifikasi berdasarkan IP (Internet Protocol) nya. Alamat IP yang disambungkan ke router mungkin akan memiliki IP seperti ini : 192.168.1.10 . Proses pemberian alamat IP ke perangkat pengguna jaringan anda dapat berlangsung secara otomatis.
Berdasarkan mitos, anda dapat mengontrol banyaknya perangkat yang dapat begabung dengan jaringan anda dengan membatasi alamat IP seperti dalam jangkauan 192.168.1.1 sampai 192.168.1.10.
Itu cuma omong kosong, diakibatkan mitos selanjutnya.
Mitos 4 : Melumpuhkan server DHCP anda
Mitos ini mengatakan anda dapat mengamankan jaringan anda dengan melumpuhkan server DHCP anda dan memberikan alamat IP ke setiap perangkat secara manual. Tujuannya, setiap perangkat yang tidak memiliki alamat IP yang sudah anda berikan tidak dapat memakai jaringan anda. Berdasarkan cara ini, anda dapat membuat tabel yang berisikan daftar alamat IP dan perangkat yang terhubung, seperti halnya jika anda membuat daftar alamat MAC. Anda juga perlu mengatur tiap perangkat secara manual untuk menggunakan alamat IP yang spesifik.
Kelemahan dari prosedur ini adalah jika ada hacker yang sudah masuk dalam jaringan anda. Dengan memindai IP dapat melihat alamat IP yang anda gunakan dengan mudah. Kemudian sang hacker dapat memasasng alamat yang kompatibel ke perangkat yang ia inginkan supaya dapat mengakses penuh jaringan anda. Anda tentunya dapat membanyangkan sendiri apa yang akan terjadi jika hacker tersebut dapat menggunakan jaringan anda secara leluasa.
Mitos 5 : Jaringan kecil – kecilan sulit untuk ditembus hacker
Mitosnya, dengan membatasi daya transmisi router anda dapat membuat orang di luar rumah anda atau tempat anda bekerja kesulitan untuk masuk secara diam – diam karena mereka tidak akan dapat mendeteksi jaringan anda. Ini merupakan ide paling bodoh di antara semuanya. Mengapa?
Jika ada orang yang BERNIAT membobol jaringan anda tentunya menggunakan antena yang besar untuk mendapatkan sinyal router anda. Mengurangi daya transmisi hanya akan mengurangi area jangkaun router anda dan mengurangi efektivitas jaringan bagi pengguna yang anda di sekitar anda.

Demikian tadi mitos – mitos seputar keamanan Wi-Fi. Anda perlu lebih berhati – hati dengan cara – cara pengamanan yang “abal-abal” karena terkadang justru akan menjadi bumerang bagi anda.

Terima kasih, Salam Teknonisme!

Comments

comments

1 Comment

  • terus saran nya apa dong? masih mending ada tindakan seperti mitos tersebut daripada kosong melompong tidak ada keamanan tambahan kan ? 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *